Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel, memberikan tanggapan terkait pernyataan pelatih Bali United, Johnny Jansen, yang menyoroti sistem perekrutan pemain di klub Serdadu Tridatu.
Jansen sempat berbicara dengan media Belanda, Leeuwarder Courant, mengungkap bahwa proses pencarian pemain di Bali United belum sepenuhnya menggunakan scouting system formal, dan masih bergantung pada rekomendasi agen. Ia bahkan menyebut pemilik klub kerap mengirim video pemain melalui YouTube beserta data dari Transfermarkt, yang kemudian diteruskan ke pihak pelatih untuk dievaluasi.
Mereka menghubungi saya dan bertanya, ‘Apakah pemain ini cocok untuk posisi penyerang?’ Begitulah proses yang terjadi di sini, ujar Jansen, dikutip Fean Online.
Komentar Jean-Paul van Gastel
Menanggapi pernyataan tersebut, Van Gastel menilai praktik itu merupakan realitas yang umum di sepak bola Indonesia. Menurutnya, seorang pelatih harus bisa menyesuaikan diri dengan kebijakan internal masing-masing klub.
Begitulah cara orang bekerja di sini. Kita harus menyesuaikan diri atau mencoba melakukannya dengan cara sendiri. Dalam kasus Johnny, mungkin ia perlu berdiskusi dengan manajemen agar bisa menyesuaikan caranya, kata Van Gastel saat di temui Tuna55 Jumat (9/1/2026).
Namun, Van Gastel menambahkan dengan nada bercanda bahwa di PSIM situasinya berbeda karena tidak ada anggaran tambahan untuk bursa transfer paruh musim.
Bagi saya, itu bukan opsi karena manajemen tidak menyediakan dana tambahan, ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh perencanaan perekrutan pemain PSIM telah disusun sejak pramusim, sehingga pelatih hanya menyesuaikan pemain yang tersedia.
Manajemen sudah melakukan persiapan sejak pramusim. Mereka berhasil membantu Donny Warmerdam dan Anton Fase beradaptasi dengan tim, dan itu saja, jelas Van Gastel.
Pergerakan Pemain di Januari
Van Gastel menegaskan bahwa kondisi ini sudah dijelaskan secara terbuka oleh manajemen, sehingga ia memilih untuk menerima situasi yang ada tanpa protes.
Menjelang jendela transfer Januari, PSIM resmi melepas tiga pemain. Bomber asal Brasil, Rafinha, dijual ke PSIS Semarang, sementara dua talenta muda, Ikhsan Chan dan Diandra Diaz, dipinjamkan ke FC Bekasi City.