Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, melalui Biro Urusan Konsuler, mengeluarkan peringatan mendesak bagi
warga negaranya yang berada di Venezuela. Dalam pengumuman yang dirilis pada hari Sabtu, 10 Januari 2026,
mereka mengimbau agar warga AS segera meninggalkan negara tersebut karena situasi keamanan yang
terus memburuk, terutama setelah dimulainya kembali penerbangan internasional.
Kondisi Warga Amerika Serikat di Venezuela
Biro Urusan Konsuler menyampaikan melalui platform X bahwa kondisi keamanan di Venezuela masih
labil dan terus berubah dengan cepat. Situasi ini menciptakan ancaman serius bagi keselamatan warga AS di sana,
seperti yang dilaporkan oleh Antara News pada Minggu, 11 Januari.
Salah satu risiko utama yang disoroti adalah keberadaan kelompok milisi bersenjata yang dikenal sebagai colectivos.
Kelompok ini dilaporkan mendirikan barikade di jalan-jalan dan melakukan pemeriksaan kendaraan
secara acak untuk mencari warga negara AS atau siapa pun yang diduga mendukung Amerika Serikat.
Peringatan tersebut menegaskan kembali status Venezuela sebagai negara dengan Level 4: Jangan Bepergian,
yang merupakan tingkat tertinggi dalam sistem peringatan perjalanan pemerintah AS.
Status ini disebabkan oleh berbagai ancaman serius terhadap warga AS, termasuk penahanan ilegal,
penyiksaan selama penahanan, aksi terorisme, penculikan, penegakan hukum yang sewenang-wenang,
tingkat kejahatan yang tinggi, kerusuhan sipil, dan fasilitas kesehatan yang buruk.
Warga AS yang masih berada di Venezuela diimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati saat bepergian,
serta terus memantau komunikasi dan situs web maskapai penerbangan untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai jadwal penerbangan.
Pemerintah AS juga menekankan bahwa layanan konsuler Tuna55 maupun darurat di Venezuela masih
ditangguhkan sejak penutupan Kedutaan Besar AS di Caracas pada Maret 2019. Hal ini berarti pemerintah AS
tidak dapat memberikan bantuan darurat secara langsung kepada warga AS yang masih berada di Venezuela.
Peringatan ini dikeluarkan beberapa hari setelah operasi militer besar-besaran AS di Venezuela yang
mengakibatkan penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya pada awal Januari. Peristiwa ini
memicu ketidakstabilan politik dan kekhawatiran akan keamanan di seluruh negeri.
Otoritas AS menilai bahwa meningkatnya aktivitas kelompok bersenjata dan kondisi sosial
yang tidak pasti meningkatkan risiko bagi warga AS. Mereka mendesak agar warga AS meninggalkan
Venezuela sesegera mungkin demi keselamatan pribadi mereka.