Olahraga padel semakin populer di Indonesia, dan kini mulai menarik perhatian berbagai kalangan, termasuk para pecinta otomotif.
Sebagai bukti nyata, Padel Lots Society (PLS), sebuah komunitas padel yang menggabungkan semangat olahraga,
gaya hidup sehat, dan jaringan komunitas otomotif, sukses menyelenggarakan Mini Tournament Padel Lots Society
di The Grand Padel Pulomas, Jakarta Timur, pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Komeptisi Padel
Turnamen perdana ini diikuti oleh 32 pemain yang terbagi dalam 16 pasangan dan 4 grup. Lebih dari sekadar kompetisi,
acara ini menjadi ajang silaturahmi lintas komunitas, terutama bagi para penggemar otomotif yang
kini menjadikan padel sebagai olahraga favorit. Bahkan, sebagian besar peserta adalah anggota komunitas otomotif
yang sudah aktif di dunia mobil.
Ivan Hamzah, Owner & Founder Padel Lots Society, menjelaskan bahwa ide pembentukan PLS muncul dari
pengalamannya membangun komunitas otomotif ‘LOTSAUTOCARS’ di bawah naungan
LOTS (Luminous Rent of Toys) yang telah eksis sejak 2020.
Menurut Ivan, banyaknya anggota komunitas otomotif yang bermain di berbagai venue padel
menginspirasinya untuk menciptakan wadah yang menyatukan semangat olahraga dan jaringan sosial.
Kami melihat padel bukan hanya sebagai olahraga yang sedang tren, tetapi juga sebagai sarana yang
ampuh untuk mempererat tali silaturahmi. Ketika saya mengunjungi berbagai tempat bermain padel,
ternyata banyak teman-teman dari dunia otomotif yang juga bermain. Dari situ, kami berpikir untuk
menyatukan mereka dalam satu komunitas, ujar Ivan.
Padel Lots Society dirancang sebagai komunitas yang inklusif dan berkelanjutan, terbuka bagi siapa saja,
baik pemula yang baru mencoba padel maupun pemain berpengalaman.
Salah satu daya tarik utama PLS adalah keberadaan The Grand Padel Pulomas, yang menjadi markas komunitas ini di Jakarta.
PLS tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan turnamen, tetapi juga menawarkan berbagai fasilitas
menarik bagi para anggotanya. Setiap anggota PLS berkesempatan untuk mengikuti sesi main
bareng (mabar) secara rutin setiap minggu selama tiga jam.
Bagi anggota yang ingin meningkatkan kemampuan bermainnya secara lebih serius, tersedia sesi
coaching profesional selama satu jam. Bahkan, bagi pemula yang belum memiliki dasar-dasar bermain padel,
PLS menyediakan pelatihan dari awal.
Kami ingin semua orang bisa menikmati padel, tanpa memandang level kemampuan. Bagi yang belum
punya dasar, kami akan fasilitasi dengan coaching dari nol, sementara yang sudah berpengalaman
bisa terus meningkatkan performa mereka, tambah Ivan.
PLS juga memberikan kesempatan kepada pemain-pemain berbakat untuk berkompetisi
di turnamen-turnamen resmi tanpa dipungut biaya pendaftaran.
Mereka bahkan akan mendapatkan dukungan berupa perlengkapan seperti raket, sepatu, dan tas.
Dengan cara ini, PLS berharap dapat membuka jalan bagi munculnya talenta-talenta baru di dunia padel.
Saat ini, PLS telah memiliki sekitar 21 anggota terdaftar sejak diluncurkan. Namun, komunitas
ini menargetkan untuk memiliki hingga 300 anggota pada tahun 2026.
Target ini sejalan dengan rencana untuk berkolaborasi dengan berbagai komunitas otomotif,
mengadakan pertemuan, hingga menyelenggarakan kontes mobil yang terintegrasi dengan kegiatan olahraga.
Mempererat Jalinan Sosial
Ivan berharap PLS dapat menjadi wadah positif yang tidak hanya mempromosikan olahraga,
tetapi juga mempererat hubungan sosial antar komunitas.
Harapan kami sederhana, kami ingin menyediakan wadah yang positif. Olahraga jalan, jaringan
pertemanan bertambah, komunitas berkembang. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan dan relasi, pungkas Ivan.
Senada dengan visi Ivan, Annisa Eka, Owner Padel Lots Society, juga menegaskan bahwa
PLS dirancang sebagai komunitas yang inklusif, tidak hanya untuk pria, tetapi juga memberikan ruang bagi perempuan.
Annisa mengungkapkan bahwa padel adalah olahraga yang menyenangkan dan sosial, yang bisa
dinikmati oleh siapa saja, termasuk perempuan yang ingin berolahraga atau meningkatkan kemampuan bermain mereka.
Padel itu seru, sosial, dan bisa dimainkan oleh siapa saja. Kami ingin PLS Tuna55 menjadi komunitas yang
ramah untuk semua, termasuk perempuan yang ingin mulai berolahraga atau meningkatkan level
permainan mereka. Bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang kebersamaan dan gaya hidup sehat, tambah Annisa.
Fasilitas seperti sesi main bareng (mabar) dan coaching profesional diharapkan dapat mendukung
anggota untuk terus mengasah kemampuan dan menjaga gaya hidup sehat.