You are currently viewing Helikopter Caracal TNI Temukan Titik Api di Pegunungan Maros, Diduga Lokasi Hilangnya Pesawat ATR 400

Helikopter Caracal TNI Temukan Titik Api di Pegunungan Maros, Diduga Lokasi Hilangnya Pesawat ATR 400

TNI menemukan titik api di kawasan pegunungan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang diduga berkaitan dengan hilangnya pesawat ATR 400. Temuan tersebut terpantau saat pemantauan udara menggunakan helikopter Caracal milik TNI Angkatan Udara.

Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Bangun Nawoko, mengatakan pemantauan dilakukan di wilayah Gunung Lapihau, Kecamatan Leang-Leang, Kabupaten Maros.

Kami telah mengerahkan helikopter Caracal dari TNI AU untuk pemantauan udara. Dari hasil observasi awal, terpantau adanya titik api di kawasan Gunung Lapihau, Kecamatan Leang-Leang, Kabupaten Maros, ujar Bangun Nawoko, Sabtu (17/1/2026).

Menurutnya, temuan tersebut selaras dengan laporan masyarakat setempat yang sebelumnya mengaku mendengar suara ledakan serta melihat kepulan asap di lokasi yang sama.

Jika dicocokkan dengan laporan warga, mereka juga mendengar suara ledakan dan ada yang merekam titik api. Mudah-mudahan titik ini merupakan lokasi jatuhnya pesawat ATR 400, katanya.

Meski demikian, Pangdam menegaskan bahwa titik api tersebut masih bersifat dugaan dan perlu diverifikasi lebih lanjut oleh tim di lapangan. Proses pemantauan udara juga masih terkendala oleh kondisi cuaca.

Pemantauan terus kami lakukan, namun kondisi cuaca kurang mendukung. Pergerakan awan cukup cepat dan menutupi pandangan, jelasnya.

Selain pencarian melalui udara, TNI juga mengerahkan pasukan darat dari berbagai satuan untuk mendukung operasi pencarian dan evakuasi.

Kami menurunkan tim darat dari jajaran Kodam XIV/Hasanuddin, Paskhas, serta Kostrad. Setelah lokasi eksak dipastikan, wilayah pencarian akan segera dibagi agar operasi lebih efektif, ungkap Bangun Nawoko.

Ratusan Personel Dikerahkan

Dalam operasi pencarian ini, ratusan personel gabungan diterjunkan ke lapangan. Dari Kodam XIV/Hasanuddin disiapkan lima satuan setingkat kompi (SSK) lengkap dengan tim kesehatan, komunikasi, dan topografi.

Dari Kostrad ada tiga SSK, dari Lanud sekitar 60 personel, dari Paskhas sekitar 25 hingga 30 personel. Basarnas juga telah bergerak dengan dukungan masyarakat setempat, katanya.

Mengantisipasi medan berat di kawasan tersebut, Pangdam menyebut pihaknya telah menyiapkan peralatan evakuasi lengkap, termasuk dukungan medis dan logistik.

Wilayah ini merupakan pegunungan karst dengan hutan lebat dan medan terjal, sehingga kami siapkan peralatan yang mendukung proses evakuasi, ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran operasi SAR, TNI juga mengerahkan ambulans ke wilayah Leang-Leang serta memperkuat sistem komunikasi di lapangan menggunakan perangkat komunikasi satelit.

Komunikasi di lokasi cukup sulit, sehingga kami menurunkan tim komunikasi dengan perangkat satelit agar pengendalian operasi SAR berjalan lancar, tambahnya.

Kondisi Cuaca dan Kepastian Lokasi

Terkait kondisi cuaca saat pesawat dilaporkan hilang kontak, Bangun Nawoko mengaku belum memperoleh data pasti. Namun, hujan dilaporkan sempat terjadi di wilayah tersebut.

Saya belum mengetahui secara detail, namun pada jam-jam itu memang hujan datang dan pergi, katanya.

Menjawab pertanyaan mengenai kepastian jatuhnya pesawat, Pangdam menegaskan bahwa hal tersebut masih dalam tahap pendalaman.

Ini masih kami pastikan. Namun kecurigaan mengarah ke sana karena terlihat titik api cukup besar di kawasan hutan lebat tersebut, tegasnya.

Ia juga membantah informasi mengenai ditemukannya puing pesawat oleh warga.

Belum ada puing yang ditemukan. Warga dan Babinsa hanya melihat dari jarak cukup jauh dan belum bisa dipastikan sebagai puing pesawat, pungkas Bangun Nawoko saat di temui awak media Tuna55

Leave a Reply