Penyanyi dan musisi legendaris Wang Leehom kembali mencuri perhatian publik lewat aksi panggung yang tak biasa dalam konser “Best Place Tour” yang digelar di Chengdu, China. Dalam konser yang dihadiri sekitar 18.000 penonton tersebut, Wang Leehom menghadirkan sesuatu yang benar-benar di luar dugaan: sekelompok robot humanoid Unitree G1 yang tampil sebagai penari latar di atas panggung.
Wang Leehom Mencuri Perhatian Publik
Alih-alih hanya mengandalkan dancer manusia, Wang Leehom memilih untuk berkolaborasi dengan robot humanoid G1 buatan Unitree Robotics. Robot-robot ini sebelumnya sempat viral di media sosial karena kemampuan bela diri dan gerakan akrobatiknya. Namun di konser ini, mereka tampil dengan gaya berbeda—mengenakan celana baggy dan atasan berkilauan—serasi dengan konsep panggung futuristik yang diusung Leehom.
Momen paling mencuri perhatian terjadi saat lagu Open Fire mulai dimainkan. Di bawah sorotan lampu panggung dan dentuman musik yang enerjik, pasukan robot G1 bergerak dengan koreografi yang sangat presisi. Gerakan mereka nyaris sempurna, mengikuti tempo dan ritme musik dengan tingkat sinkronisasi yang membuat penonton terpukau. Bahkan, beberapa robot terlihat melakukan front flip secara bersamaan, mendarat dengan mulus layaknya penari profesional yang telah berlatih bertahun-tahun.
Kolaborasi ini dinilai sebagai salah satu terobosan paling menarik dalam industri pertunjukan musik live. Menggabungkan teknologi robotika canggih dengan performa konser berskala besar bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan pemrograman tingkat tinggi agar robot dapat bergerak stabil, responsif terhadap musik, serta aman berada di atas panggung bersama manusia. Hasilnya, Wang Leehom sukses menyajikan pertunjukan yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menunjukkan bagaimana teknologi bisa menjadi bagian dari seni pertunjukan modern.
Robot Humanoid Unitree G1
Unitree G1 sendiri dikenal sebagai robot humanoid dengan kemampuan motorik yang sangat baik. Selain bisa menari, robot ini mampu bermain basket, melakukan gerakan kungfu, hingga berbagai aksi atletik yang kompleks. Penampilan di konser ini semakin menegaskan bahwa robot humanoid kini tak hanya berfungsi di laboratorium atau industri, tetapi juga mulai merambah dunia hiburan.
Konser ini juga terasa spesial karena menjadi bagian dari perayaan 30 tahun perjalanan karier Wang Leehom. Sejak awal, ia dikenal sebagai musisi yang gemar bereksperimen dan membawa inovasi baru di setiap karyanya. Kehadiran robot humanoid di atas panggung menjadi simbol konsistensinya dalam menghadirkan sesuatu yang segar bagi para penggemar.
Meski begitu, reaksi publik tak sepenuhnya seragam. Banyak penggemar mengaku kagum dan terkesima dengan kecanggihan teknologi tersebut. Namun, sebagian netizen di media sosial justru mengaku merasa sedikit “ngeri” dan teringat pada film-film fiksi ilmiah seperti Terminator. Terlepas dari pro dan kontra, satu hal pasti: kolaborasi Wang Leehom dan robot humanoid Unitree G1 berhasil menciptakan momen konser yang sulit dilupakan. Tuna55