Bank Indonesia bersama Bank of Korea kembali menegaskan komitmen kerja sama moneter dengan memperpanjang
perjanjian pertukaran mata uang lokal (bilateral currency swap). Nilai kesepakatan ini mencapai Rp115 triliun atau setara
dengan 10,7 miliar dolar AS, dan menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga stabilitas keuangan di tengah dinamika
ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
Perpanjangan perjanjian ini menunjukkan kuatnya hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan, khususnya di sektor keuangan.
Skema pertukaran mata uang lokal ini memungkinkan kedua negara melakukan transaksi perdagangan dan keuangan tanpa harus
bergantung sepenuhnya pada mata uang global, seperti dolar AS.
Bank of Korea Tujuan Perpanjangan Perjanjian Swap Mata Uang
Kesepakatan perpanjangan ini memiliki tujuan utama untuk memperkuat jaring pengaman keuangan (financial safety net) kedua negara.
Dengan adanya mekanisme swap mata uang, Indonesia dan Korea Selatan memiliki akses likuiditas yang lebih fleksibel jika terjadi
tekanan di pasar keuangan global.
Selain itu, perjanjian ini juga mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi bilateral. Dengan
demikian, risiko nilai tukar dapat ditekan, biaya transaksi menjadi lebih efisien, serta ketergantungan pada mata uang asing tertentu
dapat dikurangi secara bertahap.
Dampak Positif bagi Perekonomian Indonesia
Bagi Indonesia, perpanjangan kerja sama ini memberikan sinyal positif bagi pelaku pasar dan investor. Ketersediaan likuiditas dalam mata uang
lokal meningkatkan kepercayaan terhadap stabilitas nilai tukar rupiah, terutama saat kondisi eksternal bergejolak akibat ketegangan
geopolitik maupun perubahan kebijakan moneter global.
Kerja sama ini juga mendukung agenda Bank Indonesia dalam memperluas penggunaan Local Currency Transaction (LCT) dengan mitra
dagang strategis. Korea Selatan merupakan salah satu mitra penting Indonesia di sektor perdagangan, manufaktur, dan investasi, sehingga
fasilitas swap ini dinilai sangat relevan.
Manfaat bagi Korea Selatan dan Hubungan Bilateral
Bagi Korea Selatan, perjanjian ini membantu menjaga stabilitas won serta memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara mitra
di kawasan Asia. Indonesia sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara memiliki peran penting dalam rantai pasok regional,
sehingga stabilitas keuangan Indonesia turut berdampak positif bagi perekonomian Korea Selatan.
Perpanjangan kerja sama ini juga mencerminkan kepercayaan Bank of Korea terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Hal tersebut
menjadi modal penting untuk mendorong peningkatan investasi dan kerja sama di sektor strategis lainnya, seperti energi, teknologi,
dan industri hijau.
Komitmen Jangka Panjang Hadapi Ketidakpastian Global
Di tengah perlambatan ekonomi global dan potensi volatilitas pasar keuangan internasional, kesepakatan antara Bank Indonesia
dan Bank of Korea menjadi langkah antisipatif yang krusial. Kerja sama ini menegaskan pentingnya kolaborasi antarbank sentral
dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Ke depan, kedua bank sentral diharapkan terus memperkuat koordinasi kebijakan dan menjajaki peluang kerja sama lain yang
dapat memberikan manfaat nyata bagi perekonomian kedua negara Tuna55. Perpanjangan pertukaran mata uang lokal Rp115 triliun
ini bukan hanya simbol kerja sama, tetapi juga fondasi kuat bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.