You are currently viewing Pramono Anung Tegaskan Imlek 2026 di Jakarta Akan Semarak, Bukan Sekadar Barongsai

Pramono Anung Tegaskan Imlek 2026 di Jakarta Akan Semarak, Bukan Sekadar Barongsai

Gubernur Jakarta Pramono Anung memastikan perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Ibu Kota akan digelar secara meriah dan inklusif. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan puncak perayaan yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Februari 2026 dengan lokasi utama di Lapangan Banteng.

Menurut Pramono, pelaksanaan acara tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia berharap seluruh persiapan dapat segera dimatangkan agar perayaan Imlek tahun depan berjalan lancar dan memberikan kesan mendalam bagi masyarakat.

Walaupun Lapangan Banteng menjadi pusat kegiatan, kemeriahan Imlek tidak akan terfokus di satu lokasi saja. Pramono menuturkan, sejumlah kawasan strategis Jakarta seperti koridor Sudirman–Thamrin hingga Bundaran HI juga akan turut dihiasi berbagai atraksi dan dekorasi tematik. Dengan demikian, suasana perayaan Imlek dapat dirasakan lebih luas oleh warga dan wisatawan.

Ia menegaskan bahwa perayaan Imlek 2026 tidak hanya menampilkan pertunjukan barongsai. Beragam agenda lain turut disiapkan, mulai dari festival hiburan, pertunjukan seni, hingga instalasi visual berskala besar. Salah satu daya tarik yang disorot adalah kehadiran ornamen shio kuda berukuran besar di kawasan Bundaran HI yang dipastikan akan menjadi pusat perhatian.

Selain itu, tata pencahayaan kota juga akan disesuaikan untuk mendukung suasana perayaan. Konsep pencahayaan tersebut dirancang menyerupai Jakarta Live Festival yang sebelumnya digelar saat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, sehingga mendorong masyarakat untuk datang, berinteraksi, dan mengabadikan momen.

Sebagai pelengkap, Pemprov DKI Jakarta juga menggelar lomba lampion bagi pemilik gedung. Hingga kini, tercatat 98 gedung telah berpartisipasi dengan memasang dekorasi lampion di berbagai kawasan. Inisiatif ini diharapkan dapat menegaskan Jakarta sebagai kota yang aman, ramah, berwarna, dan terbuka dalam merayakan keberagaman hari besar keagamaan. Tuna55

Leave a Reply