Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus tokoh nasional, Prabowo Subianto, menyampaikan pandangan mendalam
mengenai peran organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Dalam
berbagai kesempatan, Prabowo menegaskan bahwa setiap kali negara berada dalam kondisi genting, NU selalu tampil
di garda depan untuk menjaga keutuhan dan keselamatan bangsa.
Pernyataan ini bukan sekadar pujian simbolik, melainkan refleksi dari catatan sejarah panjang NU yang konsisten menjaga
persatuan nasional, stabilitas sosial, serta nilai-nilai kebangsaan sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga era modern saat ini.
Prabowo NU dan Sejarah Penyelamatan Bangsa
NU, sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, memiliki kontribusi besar dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Salah satu momen penting adalah Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang dikeluarkan oleh para ulama NU. Seruan tersebut
membakar semangat rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan dari ancaman penjajah, khususnya pada peristiwa heroik di Surabaya.
Menurut Prabowo, peran historis ini membuktikan bahwa NU tidak pernah memisahkan ajaran agama dari kepentingan bangsa.
NU selalu menempatkan cinta tanah air sebagai bagian dari iman, sebuah prinsip yang terus relevan hingga hari ini.
Peran NU dalam Menjaga Persatuan dan Stabilitas
Di era reformasi dan demokrasi, tantangan bangsa tidak lagi hanya berbentuk ancaman fisik, tetapi juga konflik ideologi, intoleransi,
dan disintegrasi sosial. Dalam konteks ini, NU kembali memainkan peran penting sebagai penjaga moderasi beragama dan perekat persatuan.
Prabowo menilai bahwa sikap NU yang mengedepankan Islam rahmatan lil ‘alamin telah membantu Indonesia terhindar dari konflik
horizontal yang berkepanjangan. Melalui dakwah yang sejuk dan pendekatan kultural, NU mampu meredam ketegangan serta menjaga
harmoni di tengah masyarakat yang majemuk.
NU sebagai Mitra Strategis Negara
Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa negara membutuhkan organisasi kemasyarakatan seperti NU sebagai mitra strategis
dalam pembangunan nasional. NU tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga aktif dalam pendidikan, ekonomi kerakyatan,
dan pemberdayaan masyarakat.
Kontribusi ini membuat NU memiliki peran nyata dalam memperkuat ketahanan nasional dari akar rumput. Ketika rakyat kuat secara moral,
sosial, dan ekonomi, maka negara pun menjadi lebih tangguh menghadapi berbagai krisis.
Komitmen Bersama untuk Masa Depan Indonesia
Pernyataan Prabowo bahwa “tiap kali negara dalam bahaya, NU hadir menyelamatkan” mencerminkan harapan besar terhadap kesinambungan
peran NU di masa depan. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk meneladani semangat kebangsaan NU yang tulus dan konsisten.
Dengan sinergi antara pemerintah, tokoh nasional, dan organisasi kemasyarakatan seperti Nahdlatul Ulama, Indonesia diyakini mampu
menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri dan persatuan nasional Tuna55.