You are currently viewing BRI Super League: Berkaca dari Musim Lalu, PSIM Yogyakarta Mulai Menyusun Fondasi Tim Lebih Dini

BRI Super League: Berkaca dari Musim Lalu, PSIM Yogyakarta Mulai Menyusun Fondasi Tim Lebih Dini

Kompetisi BRI Super League 2025/2026 memang baru memasuki paruh musim. Namun, PSIM Yogyakarta sudah lebih dulu memikirkan langkah strategis untuk menghadapi musim berikutnya.

Manajer PSIM, Razzi Taruna, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan hasil evaluasi dari musim sebelumnya, di mana pembentukan tim dilakukan dalam waktu yang sangat terbatas.

Intinya kami ingin belajar. Musim lalu menjadi catatan penting karena proses menyiapkan tim terasa sangat mepet, terutama saat kami harus beradaptasi dari Liga 2, ujar Razzi.

Ia menambahkan, transisi dari Liga 2 ke kasta tertinggi bukanlah perkara mudah. Keterbatasan waktu bahkan membuat manajemen harus menentukan pelatih di menit-menit akhir, sehingga proses perekrutan pemain terpaksa dilakukan lebih dulu.

PSIM Yogyakarta Belajar dari Pengalaman Musim Lalu

Tak ingin mengulang situasi serupa, manajemen Laskar Mataram kini mulai bergerak lebih awal. Razzi memastikan pihaknya sudah membuka diskusi intens dengan pelatih kepala terkait gambaran skuad untuk musim depan.

Insyaallah, dengan target yang sedang kami kejar musim ini, persiapan ke depan bisa jauh lebih matang. Kami sudah mulai membicarakan kerangka tim dan melakukan perencanaan untuk skuad musim depan, jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah pemain masih terikat kontrak jangka panjang. Beberapa nama asing maupun pemain lokal diketahui memiliki kontrak dua musim, sehingga menjadi bagian penting dalam rencana jangka menengah klub.

Beberapa pemain masih terikat kontrak dua musim, baik pemain asing maupun lokal. Itu tentu menjadi modal awal kami dalam menyusun tim, beber Razzi.

Penyesuaian Tetap Dilakukan

Meski demikian, Razzi menegaskan bahwa bukan berarti PSIM akan berjalan tanpa perubahan. Penyesuaian tetap akan dilakukan, meskipun skalanya tidak besar dan masih bersifat tentatif.

Secara umum kami tidak akan banyak mengubah komposisi tim. Hanya akan ada beberapa penyesuaian di posisi tertentu, tetapi itu pun belum final karena kami masih memprioritaskan skuad yang ada sekarang, katanya.

Menurutnya, performa pemain sepanjang musim ini menjadi faktor utama dalam menentukan siapa saja yang layak dipertahankan. Beberapa pemain dinilai telah menunjukkan kontribusi nyata dan konsistensi yang membuat manajemen semakin yakin.

Ada pemain-pemain yang membuktikan diri layak dipertahankan. Hal-hal detail seperti ini sudah kami bahas lebih mendalam dengan pelatih kepala, termasuk opsi-opsi untuk musim depan, ujarnya.

Harapan dan Target Lebih Tinggi

Dengan perencanaan yang dimulai lebih awal, manajemen PSIM berharap performa tim pada musim mendatang dapat meningkat. Target pun dipastikan akan dinaikkan dibandingkan musim ini.

Harapannya, dengan persiapan yang lebih matang, hasilnya juga lebih baik. Intinya harus ada peningkatan. Target musim ini adalah bertahan dengan aman, apa pun hasil akhirnya, papar Razzi.

Musim depan tentu targetnya harus lebih tinggi. Saya belum bisa menyebutkan sekarang, tetapi yang jelas ada penambahan target. Karena itu kami mulai memikirkannya sejak sekarang, agar tahu apa yang perlu dilakukan ke depan, pungkasnya di depan Tuna55

Hingga pekan ke-18, PSIM Yogyakarta menempati peringkat ketujuh klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 30 poin. Dengan 16 pertandingan tersisa, Laskar Mataram hanya membutuhkan empat kemenangan tambahan untuk memastikan bertahan di kasta tertinggi.

Leave a Reply