Atmosfer Derby Manchester kembali memanas, bukan hanya karena tensi di atas lapangan, tetapi juga akibat adu komentar yang bergulir setelah pertandingan. Nama bek Lisandro Martínez mendadak menjadi sorotan, menyusul pernyataannya yang memicu reaksi keras dari sejumlah mantan pemain dan pengamat sepak bola Inggris.
Sebelum laga antara Manchester United dan Manchester City digelar, dua legenda Setan Merah, Nicky Butt dan Paul Scholes, sempat melontarkan candaan terkait potensi duel Martinez dengan mesin gol City, Erling Haaland. Ucapan mereka bernada satire dan langsung memancing diskusi luas di kalangan penggemar.
Butt menggambarkan kemungkinan duel fisik tersebut dengan analogi yang menyentil, lalu Scholes menambahkan komentar bernuansa humor yang semakin membuat perbincangan memanas. Banyak pihak menganggapnya sekadar bumbu jelang laga besar.
Namun situasi berubah drastis setelah United justru keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0. Martinez tampil kokoh di lini belakang, meredam ancaman City, dan penampilannya dinilai sebagai jawaban konkret atas keraguan yang sebelumnya dilontarkan.
Sindiran Balik dari Lisandro Martinez
Usai pertandingan, Martinez akhirnya angkat bicara. Bek asal Argentina itu tidak hanya membiarkan performanya berbicara, tetapi juga memberikan respons verbal yang dianggap sebagai sindiran balik kepada para pengkritiknya.
Dalam pernyataannya, Martinez menyinggung komentar yang dialamatkan kepadanya sebelum laga. Ia menyebut bahwa jika ada yang ingin menyampaikan sesuatu secara langsung, maka bisa melakukannya tanpa harus berbicara di belakang.
Ia bahkan mengatakan telah menyampaikan bahwa siapa pun yang memiliki masalah dengannya bisa datang langsung, ke mana pun, termasuk ke rumahnya. Ucapan ini sontak menjadi bahan perdebatan baru dan dianggap sebagian pihak sebagai tantangan terbuka.
Troy Deeney Bereaksi Keras
Reaksi keras datang dari mantan penyerang Liga Inggris, Troy Deeney. Dalam program The Football Exchange: Troy Deeney and Alex Goldberg, Deeney menilai komentar Martinez sudah melampaui batas dan tidak mencerminkan sikap profesional.
Menurut Deeney, Martinez seolah lupa dengan konteks candaan yang dilontarkan Butt dan Scholes. Ia bahkan menyebut bahwa jika situasi tersebut benar-benar terjadi di dunia nyata, hasilnya tidak akan seperti yang dibayangkan sang bek.
“Nicky Butt akan memukulmu sampai minggu depan. Percayalah,” kata Deeney, seperti dikutip media Inggris.
Ia juga mengingatkan bahwa era pemain-pemain lama Manchester United dikenal dengan karakter keras dan tidak segan menghadapi tantangan fisik, sesuatu yang menurutnya tidak bisa disamakan dengan adu komentar di media.
Tantangan Balik dari Deeney
Kritik Deeney tak berhenti di situ. Ia mempertanyakan keberanian Martinez jika harus berhadapan langsung dengan sosok seperti Butt, alih-alih hanya melempar pernyataan provokatif.
Deeney menilai mengundang seseorang datang ke rumah bukanlah bentuk komunikasi yang bijak. Menurutnya, ucapan tersebut lebih menyerupai ajakan duel ala jalanan, bukan dialog dewasa.
“Kamu tidak mengundang orang ke rumah hanya untuk berbicara. Itu artinya, ‘kalau punya masalah, mari selesaikan seperti laki-laki’. Aku menghormati keberanian, tapi ini bukan caranya,” ujar Deeney.
Menutup komentarnya, Deeney bahkan melempar tantangan balik yang bernada sinis kepada Martinez, seolah ingin menguji apakah ucapan sang bek benar-benar sejalan dengan keberaniannya.
Derby Manchester pun kembali membuktikan bahwa rivalitas klasik ini tak pernah berhenti di peluit akhir—panasnya justru kerap berlanjut lewat kata-kata. Tuna55