You are currently viewing Kebakaran Pabrik Swallow di Medan Berlangsung Hampir 12 Jam, Asap Tebal Masih Terlihat

Kebakaran Pabrik Swallow di Medan Berlangsung Hampir 12 Jam, Asap Tebal Masih Terlihat

Kebakaran hebat melanda pabrik sandal Swallow yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli, Kelurahan Tanjung Mulia, Kota Medan. Hingga hampir 12 jam sejak kejadian, kepulan asap hitam pekat masih terlihat membumbung tinggi dari area pabrik.

Seorang penjaga pabrik menyebutkan, api pertama kali muncul sekitar pukul 22.00 WIB pada Selasa malam (27/1/2026), berasal dari salah satu gudang milik PT Garuda Mas. Material pabrik yang sebagian besar berbahan karet diduga menjadi penyebab api sulit dikendalikan sejak awal kejadian.

Hingga sekarang apinya memang sudah tidak terlihat, tapi asapnya masih tebal. Karena bahan pabrik ini mudah terbakar, proses pemadamannya jadi lama, ujar penjaga pabrik saat ditemui di lokasi, Rabu (28/1/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, api sempat terus menyala di beberapa titik hingga Rabu pagi sekitar pukul 10.00 WIB, atau kurang lebih 12 jam setelah kebakaran terjadi. Bahkan, kobaran api dilaporkan telah menjalar dan menghanguskan gudang kedua di dalam kompleks pabrik.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Medan, Wandro Malau, mengungkapkan bahwa upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Meski seluruh armada pemadam milik Disdamkarmat Medan telah diterjunkan dan dibantu unit dari pemerintah provinsi, Pemko Binjai, serta pihak swasta, api sulit dipadamkan sepenuhnya.

Saat petugas tiba, api sudah membesar. Di dalam pabrik banyak material karet yang sangat mudah terbakar, sehingga memperlambat proses pemadaman, jelas Wandro.

Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan luas area yang terdampak kebakaran. Namun dipastikan dua gudang pabrik sandal Swallow telah dilalap si jago merah.

Tim pemadam gabungan masih terus melakukan penyemprotan dan pendinginan di area pabrik. Di tengah kepulan asap tebal, petugas juga mengevakuasi berbagai barang produksi yang belum terbakar guna mencegah api kembali membesar. Sejumlah lembaran karet bahan baku sandal yang tersusun di halaman pabrik serta tiga unit mobil kontainer berisi sandal jadi dilaporkan turut diamankan.

Fokus kami sekarang adalah memastikan api tidak merembet ke barang-barang yang masih utuh, tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa akibat kebakaran tersebut. Meski demikian, beberapa rumah warga di sekitar lokasi pabrik disebut ikut terdampak. Informasi awal memang ada rumah warga yang terkena dampak, tetapi kami belum bisa memastikan detailnya karena konsentrasi masih pada proses pemadaman, pungkas Wandro saat di temui awak media Tuna55.

Leave a Reply